Sejarah Berdirinya Candi Borobudur di Indonesia

Sejarah Candi Borobudur

via www.jogjakharismatransport.com

Sayanda.com – Sejarah Berdirinya Candi Borobudur di Indonesia

Tidak banyak orang Indonesia yang sebetulnya paham dan mengetahui dengan jelas seperti apa asal usul berdirinya Candi Borobudur. Orang-orang terkadang bahkan tidak mau tahu apa itu dan dari mana asalnya.

Sikap yang kurang peduli dengan sejarah menjadikan kita buta bahwa sejarah merupakan suatu bentuk warisan yang diberikan oleh nenek moyang pada masa itu.

Seperti halnya sejarah Candi Borobudur yang saat ini mungkin hanya sebagian kecil orang yang mengetahuinya dengan baik. Lebih dari itu sebagian orang hanya tahu bahwa candi ini merupakan tempat untuk berwisata dan berlibur bersama dengan keluarga dan kerabat.

Melihat megahnya Candi Borobudur, kita tentu pernah berpikir dari mana asal berdirinya candi dengan relief yang unik ini. Terlebih hanya beberapa saja yang mau mencari tahu.

Beruntung untuk Anda yang saat ini sedang mengunjungi blog ini untuk mencari tahu seperti apa asal usul berdirinya Candi Borobudur hingga ditemukan sampai sekarang ini.

loading...

 

Sekilas Tentang Candi Borobudur

Gambar Candi Borobudur

via katalogwisata.com

Candi Borobudur merupakan salah satu peninggalan paling bersejarah yang ada di Indonesia. Bangunan ini merupakan candi Buddha yang terletak di kabupaten Magelang, kurang lebih 40km di sebelah barat laut kota Yogyakarta.

Uniknya, letak Candi Borobudur ini dikelilingi oleh beberapa gunung yang ada di pulau Jawa yakni: Gunung Merbabu (yang terletak di sebalah timur), Gunung Merapi (yang terletak di sebelah barat laut), Gunung Sumbing (terletak di sebelah selatan), dan Gunung Sindoro (sebelah utara).

Keindahan dan kemegahan Candi Borobudur menjadi magnet tersendiri baik bagi para pelajar yang tertarik dengan sejarah pada reliefnya hingga sebagai tempat rekreasi keluarga dari seluruh penjuru Indonesia.

Monumen ini dibangun sebagai tempat suci agama Buddha berdasarkan model alam semesta. Pada masa tersebut Candi Borobudur sering digunakan sebagai tempat ziarah umat manusia.

Hingga kini, Borobudur masih sering digunakan sebagai tempat ziarah umat Buddha yang setiap tahunnya datang dari seluruh pelosok Indonesia untuk berkumpul merayakan hari Trisuci Waisak.

Perkiraan Asal Mula Candi Borobudur Didirikan

Asal Mula Candi Borobudur

via www.ragamseni.com

Untuk saat ini, hasil dari perkiraan perhitungan yang dilakukan oleh para ahli sejarawan mengatakan bahwa Candi Borobudur didirikan sekitar tahun 800 masehi dengan kurun antara 760M dan 830M. Pembangunan tersebut diprediksi berjalan selama 75 – 100 tahun lamanya.

Perkiraan tahun berdirinya Candi Borobudur diperkuat dengan bukti ditemukannya sebuah tulisan singkat yang di pahatkan pada pigura asli relief di kaki candi (Karwa Wibhangga).

Para ahli sejarahwan juga mengatakan bahwa Candi Borobudur merupakan salah satu candi Buddha yang diketahui pada abad kejayaan wangsa Syailendra dimana Syailendra sendiri merupakan wangsa Buddha.

Bukti kuat juga di temukan dengan adanya candi-candi kecil yang merupakan peninggalan dari wangsa Syailendra yang menganut agama Buddha Mahayana.

Bukti-bukti tersebut sampai saat ini digunakan untuk memberikan kesimpulan bahwa Candi Borobudur ditemukan sekitar tahun 800 masehi.

Tahap Pembangunan Candi Borobudur

Pembangunan Candi Borobudur

via anekatempatwisata.com

Dari beberapa bukti yang sudah ditemukan oleh para ahli berupa identifikasi serat dan beberapa corak pigura yang digunakan dalam pembangunan candi Borobudur, dan beberapa penemuan prasasti yang mendukung adanya campur tangan dari masa kejayaan wangsa Syailendra.

Candi Borobudur diperkirakan dibangunan pada dalam kurun waktu yang cukup lama yaitu sekitar 50 tahun lamanya. Hal tersebut didasarkan dari beberapa bukti yang ditemukan oleh para ahli berupa identifikasi serat, corak pigura dalam pembangunan candi, serta beberapa prasasti yang mendukung adanya campur tangan dari masa kejayaan wangsa Syailendra.

Pembangunan selama 50 tahun ini dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu:

  1. Tahap Pembangunan Candi Pertama

Pada tahap pembangunan pertama, Candi Borobudur dirancang membentu Piramida Berundak.

Namun, tahap pertama berakhir dengan kegagalan dikarenakan analisa karbon yang kurang akurat sehingga menyebabkan penyusunan candi harus di tata ulang.

  1. Tahap Kedua

Pembangunan kedua berfokus pada pondasi dasar candi.

Pondasi dasar candi dibuat lebih lebar dengan penambahan dua buah undak persegi dan satu buah undak lingkran, dan pada bagian setiap undak diberi nama stupa induk besar.

  1. Tahap Ketiga

Pada tahap ini dilakukan pembongkaran undak induk besar dan digantikan dengan beberapa buah undak besar berbentuk lingkaran, jumlah undak induk besar yang digunakan ada sekitar 3 buah.

Dari 3 buah tersebut, terdapat satu undak yang menggunakan stupa dengan ukuran yang besar.

  1. Tahap Keempat

Perubahan-perubahan kecil seperti penambahan relief, kemudian penambahan lengkungan pintu masuk dan penambahan tangga.

Penemuan Kembali Candi Borobudur Yang Hilang

Sejarah Berdirinya Candi Borobudur

via www.telusurindonesia.com

Setelah proses pembangunan candi selesai, beberapa prasasti menyebutkan bahwa candi ini dahulunya merupakan tempat untuk ziarah dan berdoa oleh umat Buddha. Bahkan hingga sekarang jika ada hari raya umat Buddha, tidak jarang Candi Borobudur digunakan sebagai tempat upacara ibadah.

Pada saat itu, Candi Borobudur hanya digunakan selama kurang lebih 150 tahun saja. Jelas-jelas tidak sesuai dengan lama pembangunannya.

Hal tersebut terjadi dikarenakan keruntuhan wangsa Syailendra yang menyebabkan umat-umat Buddha bermigrasi ke tempat lain untuk berdoa dan berziarah (masih berupa asumsi sementara oleh para ahli). Hingga pada akhirnya candi ini tidak digunakan kembali dan terbengkalai begitu saja hingga terkubur di dalam tanah.

Candi Borobudur yang terlantar semakin lama semakin tersembunyi di bawah lapisan tanah dan debu vulkanik yang kemudian ditutupi oleh pepohonan serta belukar sehingga menyerupai sebuah bukit.

Melalui puing-puing yang berada di sekitar candi, Candi Borobudur kembali ditemukan pada taun 1814 masehi oleh seorang penjelajah dunia bernama Sir Thomas Stamford Raffles. Beliau secara langsung memerintahkan anak buahnya untuk membongkar tanah dan menemukan sebuah piramida besar berbentuk candi yang tidak lain adalah Candi Borobudur itu sendiri.

Namun, karena kesibukan berperang, Sir Thomas Stamford Raffles tidak meneruskan penggalian tersebut.

Hingga pada tahun 1835 masehi, seorang gubernur jenderal Belanda bernama Hartman melanjutkan penggalian candi dan berhasil mengangkat monumen tersebut kembali ke permukaan.

Pemugaran Candi Pertama Kali

Pemugaran Candi Borobudur

via kebudayaan.kemdikbud.go.id

Pemugaran pertama kali Candi Borobudur dilakukan pada tahun 1907 – 1911 yang dipimpin oleh gubernur saat itu yaitu Van Erf dari Belanda. Pemugaran dilakukan pada candi-candi yang rusak serta membersihkan puing-puing kotor di sekitar monumen tersebut.

Karena teknologi yang belum mumpuni, pemugaran tersebut dilakukan menggunakan teknologi konvensional dan tujuna utama pemugaran adalah untuk menghindari kerusakan-kerusakan lebih lanjut.

Melalui pemugaran tersebut, Van Erf telah berjasa bagi bangsa Indonesia karena telah menyelamatkan peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia.

Pemugaran Candi Tahap Selanjutnya

Tempat Wisata Candi Borobudur

via lifestyle.okezone.com

Pemugaran berikutnya terjadi setelah Indonesia merdeka yang dilakukan pada tahun 1973. Di bawah masa kepemimpinan mantan presiden Soeharto, pemugaran tersebut berjalan selama kurang lebih 10 tahun lamanya.

Projek pemugaran tersebut dipimpin oleh Dr. Supomo yang mempekerjakan setidaknya 600 tenaga pekerja muda lulusan SMA dan STM. Para lulusan muda tersebut telah dibekali keterampilan dan pendidikan khususnya pada bidang Chemika Arkeologi (CA) dan Teknologi Arkeologi (TA).

Dr. Supomo memerintahkan penambahan sebanyak 20 ton prasasti yang diletakkan di sebelah barat laut candi dan menghadap ke timur. Selain itu, beliau juga memperkokoh beberapa bagian candi seperti Rapadhatu (tempat tinggal paling bawah), kaki candi, teras 1 sampai 3, dan stupa induk.

Kondisi Candi Borobudur Saat Ini

Candi Borobudur Saat Ini

via www.pidipedia.com

Saat ini Candi Borobudur telah menjadi icon Indonesia dan objek wisata kelas dunia. Bukan hanya terkenal dari segi objek wisata, banyak orang yang pergi karena tertarik dengan sejarah dan cerita yang terdapat pada reliefnya.

Setiap tahunnya pada hari Trisuci Waisak, penganut agama Buddha di seluruh pelosok Indonesia datang berkumpul untuk berziarah dan merayakan hari suci tersebut.

Kita harus bangga sebagai bangsa Indonesia yang kaya akan sejarah yang tidak dimiliki oleh negara lain.

loading...

Sumber:

Leave a Reply

Tidak mau ketinggalan update dari blog Sayanda?
Segera daftarkan email Anda! Gratis!

Berlangganan ke dengan blog Sayanda dan dapatkan artikel serta update menarik langsung ke inbox email Anda. GRATIS!