Pengertian Bela Negara – Dasar Hukum, Contoh, Upaya, Tujuan

Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan, mencanangkan program Bela Negara bagi seluruh warga negara. Program ini dicetuskan oleh Ryamizard Ryacudu, selaku Menteri Pertahanan Republik Indonesia.

Dalam program ini, masyarakat akan diberi berbagai macam pelatihan yang ditujukan untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme, serta menyelenggarakan pertahanan dan keamanan negara. Program pendidikan Bela Negara ini dimulai pada 22 Oktober 2016, dan akan terus dijalankan hingga tahun 2025 nanti.

Pengertian Bela Negara

Pengertian Bela Negara menurut kamus Bahasa Indonesia adalah menjaga, memelihara, serta melindungi tanah air dengan segenap kemampuan yang dimiliki, dari segala ancaman yang mungkin terjadi.

Mantan Menteri Pertahanan, Prof. Purnomo Yusgiantoro, berpendapat bahwa arti Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga Negara untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara. Dijiwai oleh kecintaannya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Terdapat 2 macam Bela Negara, yaitu secara fisik dan non fisik. Menurut Jenderal (Purn.) Sutarman, Bela Negara fisik adalah ikut berperang demi mempertahankan Negara. Kemudian Bela Negara non fisik dapat dilakukan dengan cara ikut serta memajukan bangsa dan Negara sesuai dengan keahliannya masing-masing.

 

Contoh Bela Negara

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bentuk Bela Negara terdiri dari 2 macam, yaitu Bela Negara secara fisik dan non fisik. Contoh Bela Negara secara fisik misalnya, seperti yang dilakukan oleh para pejuang kemerdekaan.

Pada masa pendudukan Belanda, penjajah memperlakukan rakyat Indonesia dengan sewenang-wenang. Mereka menguasai hasil bumi dan mengendalikan pemerintahan yang sama sekali tidak berpihak kepada rakyat. Penjajah juga mengadu domba bangsa Indonesia agar saling berperang demi kepentingan mereka sendiri. Hal itu berarti ancaman terhadap keutuhan bangsa Indonesia.

Akhirnya setiap orang, baik pria maupun wanita, tua atau muda, asalkan berani dan mampu mengangkat senjata, menggabungkan diri dalam pasukan pejuang kemerdekaan. Mereka rela gugur di medan perang, demi mengusir penjajah dari bumi Nusantara ini. Di zaman sekarang, Bela Negara fisik bisa diterapkan dengan cara bergabung menjadi anggota TNI.

Bentuk Bela Negara yang kedua adalah Bela Negara non fisik. Saat ini, negara sedang tidak menghadapi ancaman perang. Tapi itu bukan berarti kita tidak bisa melakukan Bela Negara. Bela Negara non fisik bisa diwujudkan melalui kedisiplinan.

Salah satu contoh yang paling mudah adalah dengan cara mematuhi peraturan yang berlaku sesuai Undang-undang Dasar 1945. Contoh lainnya adalah melakukan tugas dan pekerjaan masing-masing dengan sebaik-baiknya. Seorang pelajar menuntut ilmu dengan rajin, sementara guru harus mengajar dengan sepenuh hati.

Di sisi lain, para ilmuwan dan ahli diharapkan dapat menciptakan inovasi-inovasi baru demi kemajuan bangsa, dan pejabat dituntut untuk bisa mengemban amanat rakyat dengan penuh dedikasi dan kejujuran. Semua itu adalah bentuk dari Bela Negara non fisik.

 

Dasar Hukum Bela Negara

Undang-undang Dasar 1945 telah mengatur mengenai Bela Negara. Dalam pasal 27 ayat 3 disebutkan bahwa, “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.”

Pasal 30 juga berisi tentang konsep Bela Negara. Ayat pertama berbunyi, “Bahwa tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.” Dilanjutkan dalam ayat 2, “Usaha pertahanan dan keamanan Negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh TNI dan POLRI sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagai kekuatan pendukung.”

Dasar hukum mengenai konsep Bela Negara tersebut telah disempurnakan untuk menyikapi kondisi keamanan dunia yang mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Pemerintah mengeluarkan peraturan baru, sebagai dasar hukum untuk mendukung program Bela Negara.

Hal itu dituangkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2002, pasal 9 ayat 1 Tentang Pertahanan negara. Bunyinya, “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya Bela Negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara”; Ayat 2: “Keikutsertaan warga negara dalam upaya Bela Negara, sebagaimana dimaksud ayat 1 diselenggarakan melalui: (a) Pendidikan Kewarganegaraan; (b) Pelatihan dasar kemiliteran; (c) Pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela atau wajib; dan (d) Pengabdian sesuai dengan profesi.

 

Contoh Upaya Bela Negara

Sekarang ini, bangsa Indonesia sedang menghadapi persaingan global dalam hal ekonomi. Di dalam negeri sendiri, belakangan terjadi banyak masalah. Mulai dari korupsi para penyelenggara pemerintahan, kemiskinan, hingga kemunduran sosial yang terjadi di masyarakat.

Kondisi semacam ini membutuhkan penanganan yang serius. Sebagai pelajar, Anda harus menyadari hakikat dari Bela Negara untuk mengatasi berbagai masalah yang tengah melanda bangsa ini. Tidak selalu harus dengan cara ikut maju perang, karena upaya Bela Negara juga bisa dicontohkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Contoh upaya Bela Negara yang bisa dilakukan pelajar adalah belajar dengan tekun di sekolah. Disiplin dalam menuntut ilmu, patuh pada guru dan peraturan sekolah secara tertib dan sadar. Di rumah, seorang pelajar harus menghormati orang tua, serta lingkungan sekitarnya. Tidak berbuat kenakalan, apalagi tindak kriminal, serta menghimpun kesadaran keluarga dan masyarakat untuk taat pada hukum yang berlaku.

Dalam hubungan bermasyarakat, upaya Bela Negara bisa dilakukan dengan cara menumbuhkan sikap toleransi dan saling tolong menolong. Menciptakan kerukunan hidup antarwarga, walaupun berasal dari suku, ras, dan agama yang berbeda.

Hakikatnya, Bela Negara merupakan sikap luhur atau etika dalam menjalani kehidupan, sebagai pribadi, anggota keluarga, sebagai bagian dari masyarakat, elemen penting dari bangsa dan Negara.

 

Tujuan Bela Negara

Bela Negara dilakukan dengan maksud dan tujuan tertentu. Tujuan Bela Negara yakni, untuk mewujudkan lima nilai dasar atau karakter yang harus dimiliki seluruh warga Negara Indonesia. Lima nilai dasar tersebut, antara lain:

  1. Rasa cinta tanah air
  2. Rela berkorban
  3. Sadar berbangsa dan bernegara
  4. Meyakini Pancasila sebagai dasar Negara
  5. Memiliki kemampuan awal Bela Negara secara fisik dan non fisik

Kelima nilai dasar tersebut telah ditanamkan sejak dini, melalui program pendidikan kewarganegaraan yang diterima siswa di sekolah. Di samping itu, dalam rangka menumbuhkan karakter Bela Negara, para siswa juga diajak untuk mengikuti berbagai program fisik seperti, baris-berbaris, pramuka, kerja bakti, bakti sosial, dan sebagainya.

Jika anak-anak sekolah, dan  seluruh rakyat Indonesia pada umumnya, telah memiliki lima nilai dasar di atas, berarti tujuan Bela Negara telah tercapai.

 

Pentingnya Bela Negara

Sebagai warga Negara yang baik, kita patut menyadari arti pentingnya Bela Negara. Pemerintah sangat menekankan pentingnya Bela Negara karena memiliki nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila. Karenanya, pemerintah berencana untuk menelurkan kebijakan baru yaitu, memasukkan program Bela Negara ke dalam kurikulum SD sampai SMA.  Nantinya, Bela Negara akan dijadikan sebagai salah satu syarat kelulusan siswa di sekolah.

Sekalipun negara sedang tidak dalam kondisi krisis, kita harus senantiasa menjaga keutuhan bangsa dari berbagai gangguan.  Gangguan bisa berasal dari luar maupun dalam negeri. Oleh karena itu, kewajiban kita sebagai warga Negara Indonesia untuk selalu disiplin dan memelihara kerukunan. Dengan demikian diharapkan cita-cita menjadi bangsa yang adil dan makmur bisa menjadi kenyataan.

 

Demikianlah artikel Pengertian Bela Negara – Dasar Hukum, Contoh, Upaya, Tujuan dari Sayanda.com; jangan sungkan untuk bertanya atau meninggalkan komentar.

Sumber:

loading...

Leave a Reply