Klasifikasi Makhluk Hidup – Tujuan, Sistem, Pengertian, Manfaat

Sayanda.com – Klasifikasi Makhluk Hidup – Tujuan, Sistem, Pengertian, Manfaat

Apakah Anda pernah mendengar klasifikasi makhluk hidup?

Bagi Anda yang mengambil jurusan IPA sewaktu sekolah pasti sudah akrab dengan istilah tersebut, tetapi yang mengambil jurusan IPS belum tentu tau apa arti istilah tersebut.

Untuk mengetahui lebih lanjut apa itu klasifikasi makhluk hidup, silahkan simak ulasannya berikut ini.

Pengertian Klasifikasi Makhluk Hidup

Di dunia terdapat beragam jenis makhluk hidup mulai dari tumbuhan, hewan hingga bakteri. Bila diperhatikan, beberapa makhluk memiliki kemiripan sementara yang lain sangat berbeda jauh. Untuk memudahkan proses identifikasi, para ahli Biologi kemudian membuat sistem klasifikasi makhluk hidup.

Cabang ilmu Biologi yang mempelajari sistem klasifikasi makhluk hidup disebut taksonomi.

Cikal bakal taksonomi modern dikembangkan oleh ahli botani Swedia, Carolus (Carl) Linneaeus pada tahun 1735. Saat itu, ia mengelompokkan organisme berdasarkan ciri fisik yang tampak. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, tak hanya ciri fisik, namun juga susunan tubuh (anatomi), sistem yang bekerja di dalam tubuh (fisiologi), serta perilaku.

 

Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

Dalam sistem, makhluk hidup dikelompokkan ke dalam beberapa tingkatan takson (unit) berdasarkan adanya kesamaan ciri. Urutan takson tersebut adalah:

Kingdom

Kingdom merupakan tingkatan paling tinggi dalam sistem klasifikasi makhluk hidup. Saat ini, yang paling banyak digunakan adalah sistem 5 kingdom dan ditemukan oleh Robbert H. Whittaker, seorang ekolog tanaman asal Amerika Serikat. Dalam sistem ini, lima kelompok makhluk hidup yang ada yakni:

  • Kingdom Plantea (Tumbuhan)

Makhluk hidup yang masuk dalam kingdom ini memiliki sel banyak, berdinding sel serta terdapat membran inti. Selain itu, hadir pula kloroplas yang di dalamnya terkandung zat hijau daun (klorofil). Zat ini memungkinkan mereka dapat berfotosintesis dan menghasilkan makanan sendiri.

  • Kingdom Animalia (Hewan)

Ciri makhluk hidup dalam kelompok ini yaitu memiliki sel yang mengandung membran inti serta tidak memiliki kloroplas. Karena itu, anggota kingdom Animalia harus mencari sumber makanan dari luar tubuhnya.

  • Kingdom Fungi (Jamur)

Meskipun memiliki ciri fisik yang menyerupai anggota kingdom Plantae, namun kelompok fungi tidak memiliki kloroplas. Dinding sel yang dimiliki juga terbuat dari zat kitin. Kelompok ini mengambil sumber makanan dari lingkungan berupa sisa tumbuhan, bangkai atau makanan.

  • Kingdom Monera

Ciri makhluk hidup yang dikelompokkan dalam kingdom Monera yaitu tak memiliki membran inti dan lazim disebut organisme prokariot. Beberapa contoh misalnya bakteri dan alga hijau-biru.

  • Kingdom Protista

Berbeda dengan Monera, kingdom Protista berisi kelompok makhluk hidup yang memiliki membran inti baik hanya memiliki satu sel atau banyak sel. Setiap kegiatan hidup Protista seperti makan, bergerak hingga berkembang biak dilakukan oleh sel itu sendiri. Misalnya kelompok Protozoa dan alga.

Filum

Divisi merupakan tingkatan di bawah kingdom. Organisme dikelompokkan berdasarkan kesamaan fisik yang terlihat. Kesaamaan fisik mengindikasikan satu filum berasal dari garis keturunan yang sama. Penyebutan divisi biasanya ditujukan untuk tumbuhan. Sedangkan untuk hewan, disebut filum.

Contohnya beberapa hewan seperti ubur-ubur, anemon laut, dan koral masuk ke dalam filum Cnidaria. Ciri yang dimiliki adalah memiliki tubuh berbentuk simetri radial serta memiliki dua lapisan tubuh yakni endodermis dan eksodermis. Di antara dua lapisan terdapat mesoglea yakni material berbentuk seperti jeli.

Kelas

Tingkatan di bawah divisi disebut sebagai kelas. Kelompok makhluk hidup dalam kelas yang sama menunjukkan ciri yang semakin sama. Bukan hanya bentuk fisik, namun sudah mengerucut ke anatomi yang sama pula. Misalnya semua hewan dalam kelas Aves, mempunyai bulu dan struktur tubuh bersayap.

Ordo

Urutan klasifikasi makhluk hidup selanjutnya adalah Ordo yang urutannya berada di bawah kelas. Misalnya, kelas tumbuhan dikotil memiliki beberapa ordo seperti Urticales dan Fagales. Tumbuhan yang berada di dalam kelas dimasukkan ke dalam ordo berbeda dalam struktur tumbuhan dan jenis kelamin bunga.

Famili

Dibawah ordo, terdapat tingkatan yang disebut famili. Organisme yang berada dalam satu famili memiliki garis keturunan yang sama. Manusia contohnya, dikelompokkan dalam famili Hominidae bersama orang utan dan simpanse. Temuan fosil membuktikan jenis-jenis ini berasal dari satu nenek moyang yang sama.

Genus

Dalam genus, proses pengelompokan semakin sempit dibanding tingkatan sebelumnya. Bila makhluk hidup berada dalam genus yang sama, sangat mungkin terjadi perkawinan silang. Misalnya tanaman tomat dan terong yang bila dilihat memiliki ciri fisik yang berbeda. Namun ternyata keduanya bernaung di bawah genus Solanum. Hasil persilangan keduanya bahkan menghasilkan tomat ungu.

Spesies

Spesies merupakan unit terkecil dalam sistem klasifikasi makhluk hidup. Nama spesies atau jenis biasanya ditulis dalam bahasa latin dan ditulis dalam dua suku kata dan dibuat miring. Bila lebih, harus digunakan tanda hubung berupa garis datar.

Kata pertama mengacu pada genus dan suku kata kedua merujuk pada jenis. Meskipun berada di tengah kalimat, suku kata pertama selalu ditulis menggunakan huruf kapital dan suku kata selanjutnya huruf kecil. Misalnya Oryza sativa (padi), Hibiscus rosa-sinensis (kembang sepatu) dan Allium cepa (bawang).

 

Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup

  1. Mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup
  2. Mengidentifikasi kemungkinan adanya spesies baru berdasarkan petunjuk dari spesies kerabat.
  3. Mengetahui asal usul makhluk hidup

 

Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup

  1. Karena terdapat banyak spesies makhluk hidup, klasifikasi akan memudahkan Anda mempelajarinya. Terutama bagi kalian yang ingin meneliti spesies tertentu, sistem klasifikasi akan sangat membantu Anda memahami banyak hal. Mulai dari morfologi, sistem fisiologi hingga perilaku.
  2. Mengidentifikasi spesies baru serta memberikan nama sesuai ketentuan tata nama yang berlaku. Selain itu, dengan ilmu klasifikasi, ilmuan dapat menemukan hewan purba yang mungkin telah dianggap punah sebelumnya.
  3. Mengenalkan keanekaragaman makhluk hidup yang dimiliki suatu daerah kepada dunia.
  4. Membuka peluang untuk diproduksi senyawa kimia jenis baru untuk kepentingan farmasi.

Demikianlah sistem klasifikasi makhluk hidup secara lengkap. Dengan manfaat yang dirasakan, tak salah bila para siswa atau mahasiswa sains mulai serius menekuni cabang ilmu yang berkaitan.

Sumber:

loading...

Leave a Reply