Jangka Sorong – Cara Membaca, Fungsi, Pengertian, Contoh Soal

Sayanda.com – Jangka Sorong – Cara Membaca, Fungsi, Pengertian, Contoh Soal

Mungkin bagi sebagian orang, jangka sorong merupakan hal yang asing. Padahal alat ini telah dipakai secara luas dalam bidang industri teknik karena memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi.

Bagi Anda yang masih duduk di bangku sekolah, mungkin sedang mendapatkan tugas dari guru yang mengharuskan penggunaan jangka sorong. Kalau Anda masih bingung dengan cara menggunakannya, Anda sudah berada di tempat yang tepat!

Untuk menambah wawasan, ayo kenal lebih jauh mengenai alat ukur yang satu ini.

Pengertian Jangka  Sorong

Jangka sorong merupakan alat ukur dengan tingkat akurasi sangat baik yakni kurang lebih ±0,1 mm. Alat ukur ini memiliki dua skala yakni skala utama dalam satuan cm dan skala nonius dalam satuan mm. Skala terdapat pada badan jangka yang dapat ditentukan berdasarkan letak ‘rahang’ atau bagian jangka sorong yang dapat bergeser ataupun yang bersifat tetap.

Karena bentuk lebih ringkas dari penggaris pada umumnya, benda ini menjadi alat kesukaan para tukang atau ahli teknik untuk dibawa bekerja ke mana saja. Namun harus diingat jangan sampai terjauh karena tingkat akurasinya akan berkurang.

 

Fungsi Jangka Sorong

Terdapat beberapa fungsi dari jangka sorong yang dapat digunakan yakni:

  1. Mengukur diameter luar benda maupun panjang benda yang berukuran mini.
  2. Mengukur diameter dalam benda.
  3. Mengukur kedalaman benda.

 

Bagian-Bagian Jangka Sorong

  1. Rahang Dalam

Rahang dalam umumnya dimanfaatkan untuk mengukur diameter, sisi, serta ketebalan suatu benda. Terdapat dua bagian dari rahang dalam yakni bagian tetap dan bagian yang dapat bergeser.

  1. Rahang Luar

Sama halnya dengan rahang dalam, rahang luar juga memiliki bagian yang tetap dan yang dapat bergeser. Bedanya, rahang luar digunakan untuk mengukur bagian dalam suatu benda mulai dari diameter, sisi, ketebalan hingga lebarnya.

  1. Pengukur Kedalaman

Untuk mengukur kedalaman lubang atau ketebalan suatu benda di sisi dalam maupun luar, Anda dapat menggunakan pengukur kedalaman. Bagian ini juga memiliki bagian yang tetap serta bagian yang dapat bergeser.

  1. Skala

Untuk membaca skala utama, Anda dapat melihat di bagian alat yang tidak bergerak. Di sana akan terlihat deretan nilai serta garis-garis dan dapat menjadi patokan untuk menentukan hasil pengukuran. Sementara skala nonius terletak pada bagian jangka yang bergeser. Terdapat dua satuan ukur skala yakni inci yang terletak di bagian atas atau mm di bagian bawah deret angka.

  1. Mur Pengunci

Bagian lainnya yang tak kalah penting adalah mur pengunci. Elemen ini sangat berguna untuk mempertahankan atau mengunci posisi hasil pengukuran agar tetap valid.

 

Cara Menggunakan Jangka Sorong

Sebelum mulai mengukur, Anda tentu harus paham dulu bagaimana cara menggunakan jangka sorong. Terdapat beberapa langkah yang harus diikuti yakni:

  • Buka rahang jangka dengan mengendurkan sekrup pengunci.
  • Rahang digeser ke kanan sehingga benda bisa masuk antara rahang geser dan rahang tetap
  • Geser rahang ke arah kiri sampai benda yang akan diukur terjepit oleh kedua rahang
  • Tahapan akhir adalah memastikan benda telah dikunci dengan sekrup pengunci.
  • Ukuran skala akan terlihat dan catat hasil pengukurannya.

 

 Cara Membaca dan Menghitung Hasil Jangka Sorong

Setelah menguasai cara menggunakan jangka sorong, berikut cara membaca hasil pengukuran agar diperoleh hasil yang akurat.

  • Awalnya, tentukan angka yang ditunjukkan skala utama.
  • Selanjutnya tentukan angka skala nonius yang biasanya berimpit dengan skala utama.
  • Skala nonius yang terlihat harus dikalikan dengan angka ketelitian alatnya.
  • Hasil akhir didapat dengan menjumlahkan angka kala utama dan nonius.

 

Contoh Soal Jangka Sorong

Untuk lebih memahaminya, mari kita bawa penjelasan di atas ke dalam contoh soal. Misalnya Anda akan mengukur diameter pada sebuah silinder. Pada jangka sorong, terlihat skala nonius terletak di antara skala 2,3 cm dan 2,4 cm pada skala tetap. Jadi, skala tetap bernilai 2,3 cm. Selanjutnya lihat tentukan besar skala nonius. Angka yang berimpit dengan skala tetap adalah angka 4 mm. Untuk menyamakan satuan, ubahlah satuan menjadi mm yakni 4 x 0,01 cm = 0,04 cm.

Hasil akhir dapat diketahui dengan menjumlahkan hasil pengukuran ke dua skala di atas yakni 2,3 cm + 0,04 cm = 2,34 cm. Jadi, besar pengukuran diameter silinder sebesar 2,24 cm.

Bila masih bingung, coba perhatikan lagi contoh soal berikut. Dalam mengukur panjang baut, alat ukur menunjukkan satu garis setelah angka 1 pada skala utama dan persis berseberangan dengan angka nol pada skala nonius. Berarti besar skala utama adalah 1,1 cm atau 11 mm.

Sementara skala nonius dapat dilihat pada garis yang tepat lurus dengan garis di atasnya. Misalnya pada jangka menunjukkan garis antara 6 dan 7. Jadi skala nonius yang terukur adalah 0,75 mm. Hasil pengukuran panjang baut dapat diperoleh dengan menjumlahkan kedua skala yakni 11 mm + 0,75 mm = 11,75 mm atau 1,175 cm.

 

Jenis Jangka Sorong

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, jenis jangka sorong juga semakin berinovasi dengan berbagai kemudahan serta tingkat akurasi yang semakin tinggi. Berikut beberapa jenisnya yang dapat Anda jumpai.

  1. Jangka Sorong Manual

Jenis manual merupakan pionir munculnya alat ukur yang satu ini. Jangka ini yang mempunyai tingkat ketelitian maksimal 0,1mm = 0,01 cm. Biasanya beberapa orang membaca hasil dengan melihat meteran roll.

  1. Jangka Sorong Analog

Jangka sorong analog memiliki tingkat ketelitian lebih tinggi yakni 0,05 mm atau setara dengan 0,005 cm. Bentuk jangka ini tak jauh berbeda dengan model manual. Hanya saja, hasil skala akan terlihat di jarum ukuran analog pada alat.

  1. Jangka Sorong Digital

Jangka ini memiliki ketelitian hingga 0.01 mm = 0,001 cm. Jenis ini sangat memudahkan penggunanya karena hasil pengukuran dapat dilihat pada deretan angka di layar digital.

Demikianlah penjelasan mengenai seluk beluk jangka sorong. Semoga bermanfaat dan dapat menambah ilmu pengetahuan.

Sumber:

loading...

Leave a Reply