Pengertian Iman Kepada Allah – Fungsi, Cara, Contoh, Hikmah, Makalah

Sayanda.com – Pengertian Iman Kepada Allah – Fungsi, Cara, Contoh, Hikmah, Makalah – Seseorang bisa dikatakan memiliki iman sempurna ketika dirinya bisa memenuhi tiga unsur keimanan, yakni membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan.

Bila ini dikaitkan dengan penguasa semesta alam, bisa dikatakan bahwa iman kepada Allah adalah membenarkan keberadaan Allah dari hati, mengakui keberadaan-Nya secara lisan, dan mengamalkan apa yang diperintahkan-Nya.

Contoh beriman kepada Allah adalah dengan rajin menjalankan sholat, berbagi rejeki kepada orang lain, tidak mudah marah, mudah memaafkan, dan menjaga sikap dan perilaku.

Beberapa hikmah iman kepada Allah adalah diberikan ketenangan hati, diampuni dosanya, mendapatkan pahala, diberikan kemudahan hidup, mempunyai rasa kasih sayang yang tinggi, dan lain lain.

Makalah berikut ini akan memberikan pembahasan mengenai pengertian iman kepada Allah dari segi fungsi, cara, contoh, alasan, dan hikmahnya.

Pengertian Iman Kepada Allah

Pengertian Iman Kepada Allah

Pengertian iman kepada Allah SWT adalah percaya dengan sepenuh hati akan kehadiran Allah SWT yang ditunjukkan melalui ucapan, pikiran, dan perbuatan.

Iman kepada Allah merupakan rukun iman yang pertama dan prioritas yang wajib dipahami seorang muslim. Mereka yang yakin Allah SWT itu ada, akan selalu menyadari bahwa segala sesuatu di kehidupan ini pasti diketahui oleh-Nya.

Kesadaran yang akan jadi kontrol diri untuk mengerjakan semua hal yang diridhoi-Nya.

Untuk cakupannya, iman kepada Allah memiliki empat perkara.

Pertama iman tentang keberadaan (wujud) Allah, kedua iman tentang keesaan Allah dalam rubuiyah, ketiga iman tentang keeasaan Allah dalam uluhiyah, dan keempat iman terhadap asma’ (nama) dan sifat-Nya.

Fungsi (Hikmah) Iman Kepada Allah SWTFungsi Iman Kepada Allah

Berikut ini adalah beberapa hikmah (manfaat) beriman kepada Allah SWT:

  1. Meningkatkan Keyakinan

Fungsi utama ialah menambah keyakinan dan kesadaran bahwa Allah SWT menciptakan segala sesuatu, termasuk hidup kita. Untuk itu, wajib hukumnya seorang mukmin bersyukur dan semakin yakin.

  1. Meningkatkan Ketaatan

Iman juga selaras dengan peningkatan ketaatan. Acuan untuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah, sehingga hati selalu ingat dan bisa dekat dengan Sang Pencipta.

  1. Keselamatan Hidup Dunia Akherat

Hal ini telah dijanjikan Allah dan tertulis dalam Al-Quran Surat Al-Mukmin. Allah berfirman: “Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul kami dan orang-orang beriman dalam kehidupan di dunia dan pada berdirinya saksi-saksi (di hari kiamat).”

  1. Ketenteraman Hati dan Kebahagiaan Hidup

Manusia yang beriman kepada Allah SWT membuat hatinya menjadi tenteram. Hidup menjadi lebih bahagia dan permasalahan yang sedang dihadapi menjadi lebih mudah diselesaikan.

Baca Juga:  Pengertian Iman Kepada Malaikat - Fungsi, Cara, Hukum, Hikmah, Manfaat, Makalah

Ini tentu karena Allah akan membantu hamba-Nya yang taat dan beriman.

Cara Beriman Kepada Allah

Cara Beriman Kepada AllahBeriman kepada Allah SWT adalah akar atau pokok dari keseluruhan isi dari rukun iman. Bila seseorang iman kepada Allah, maka orang tersebut juga wajib beriman kepada malaikat, rasul, kitab Allah, qada, dan qadar, serta hari kiamat.

Semua adalah satu kesatuan, untuk itu beriman kepada Allah haruslah tertanam dengan benar. Jika tidak, kesalahan juga akan berimbas pada keimanan yang lain. Bila tak segera dibenarkan akan merusak ibadah seorang mukmin secara keseluruhan.

Contohnya, ditengah masyarakat tak jarang kita menjumpai seorang atau sekelompok mukmin yang beribadah menyalahi ajaran Islam. Padahal orang tersebut beriman kepada Allah dan mengaku seorang muslim.

Lalu, bagaimana cara beriman yang benar kepada Allah SWT?

Dari beberapa makalah iman kepada Allah, ada dua pandangan umum dan khusus mengenai cara-cara tersebut. Di antaranya:

  1. Ijmali

Cara beriman yang bersifat umum.

Kita percaya pada Allah SWT secara garis besar. Sumbernya berasal dari Al-Quran yang memberikan pedoman dan pemahaman mengenai Sang Pencipta.

Secara umum, Al-Quran menjelaskan bahwa Allah adalah dzat yang Maha Esa, Maha Pencipta, Maha Kuasa, Maha Mendengar, Maha Suci, dan Maha Sempurna.

  1. Tafshili

Ini merupakan cara beriman kepada Allah secara lebih terperinci. Maksudnya, kita wajib percaya bahwa Allah mempunyai sifat-sifat yang berbeda dengan makhluk ciptaan-Nya.

Salah satu buktinya ialah Asmaul Husna.

Nama-nama Allah yang dianjurkan untuk disebutkan dalam doa dan dihafalkan untuk diresapi makna yang terkandung di dalamnya.

Faedah Beriman yang Benar kepada Allah SWT

Faedah Beriman Kepada AllahBeriman yang benar diwujudkan dalam sejumlah perilaku seperti, mendirikan shalat, beriman kepada kitab Allah, berbuat kebajikan, menahan amarah, mempercayai dan mengamalkan dengan benar rukun iman, dan masih banyak lagi.

Bila caranya benar, maka mukmin tersebut akan memperoleh buah yang agung. Contohnya:

  1. Terwujudnya ketauhidan pada Allah dan tak ada tempat bergantung dan layak disembah, selain Allah.
  2. Sempurnanya kecintaan pada Allah dan pengagungan pada-Nya sesuai nama dan sifat-Nya yang mulia.
  3. Terbiasa beribadah kepada-Nya dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
  4. Memeluk kebahagiaan di dunia. Beriman kepada Allah memberikan ketenangan hati dan selalu mendapatkan bimbingan menjalani kehidupan di dunia. Allah pun menjanjikan orang-orang beriman surga di akhir perjalanan hidup manusia kelak.

3 Alasan Orang Beriman Kepada AllahAlasan Beriman Kepada Allah

  • Iman yang Berasal dari Akal Sehat

Orang-orang mukmin yang beriman menggunakan akal dengan berfikir tentang kejadian kehidupan dan semesta alam. Manusia tidak mungkin dapat menciptakan dirinya sendiri.

Baca Juga:  Pengertian Khutbah, Tabligh dan Dakwah

Mereka adalah tipe mukmin yang menggunakan logika dan ilmu untuk mengenal Sang Pencipta.

  • Iman yang Berawal dari Hadiah

Dalam pelajaran agama di masa kanak-kanak, kita sering mendengar bahwa berbuat baik akan mendapatkan pahala dan masuk surga. Bagi sebagian orang, hal ini memotivasi untuk mempercayai eksistensi Tuhan dan mengejar surga.

  • Iman karena Hukuman

Sebagian orang juga ada yang beriman karena takut pada hukuman Allah dan berpikir dua kali melakukan perbuatan tercela. Baik itu hukuman yang diterima di dunia maupun hukuman di akherat kelak.

Sifat-Sifat Allah yang Wajib DiketahuiSifat Allah

Allah SWT adalah penguasa alam beserta isinya. Pencipta semesta yang memiliki sifat sempurna. Kesempurnaan-Nya dijabarkan dalam sifat wajib, sifat mustahil dan jaiz dari Allah. Seorang mukmin tentu wajib tahu sifat-sifat tersebut, seperti:

Sifat Wajib

Sifat yang pasti dimiliki oleh Allah dan jumlahnya ada 20. Di antaranya ada:

  1. Wujud (ada),
  2. Qidam (dahulu/awal)
  3. Baqa’ (kekal)
  4. Mukhalafatuhu Lilhawadith (berbeda dengan ciptaannya)
  5. Qiyamuhu Binafsihi (Allah berdiri sendiri)
  6. Wahdaniyyah (Esa)
  7. Qudrat (berkuasa)
  8. Iradah (berkehendak)
  9. Ilmu (mengetahui)
  10. Hayat (hidup)
  11. Sama’ (mendengar)
  12. Basar (melihat)
  13. Kalam (berfirman)
  14. Qaadiran (yang berkuasa)
  15. Muriidan (berkehendak menentukan)
  16. Aliman (yang mengetahui)
  17. Hayyan (yang hidup)
  18. Sami’an (yang mendengarkan)
  19. Bashiiran (yang melihat)
  20. Mutakalliman (yang berbicara)

Sifat Mustahil

Sifat yang tidak mungkin ada pada Allah atau kebalikan dari sifat wajib. Jumlahnya juga sama, yakni ada 20.

Sifat Jaiz

‘Fi’lu kulli mumkinin au tarkuhu.’ Sifat yang mungkin bagi Allah untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu sesuai kehendak-Nya. Dengan kata lain, apapun yang Allah lakukan tidak ada yang menyuruh ataupun melarang.

Tentang Cabang Keimanan Tertinggi

Cabang Keimanan TertinggiDalam hadist Riwayat Muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda tentang tingkatan keimanan. Beliau menyebutkan bahwa iman terdiri dari 70 atau 60-an cabang. Satu yang tertinggi ialah ucapan Laa Ilaaha Ilallah dan yang terendah ialah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dengan kata lain, seluruh cabang-cabang keimanan adalah buah dar asas beriman kepada uluhiyah Allah SWT.

Baca Juga:  Pengertian Masyarakat Madani Indonesia - Ciri, Contoh, Karakteristik, Makalah

Banyak sekali petunjuk atau dalil-dalil untuk beriman kepada Allah. Mulai dari yang dijelaskan lewat Al-Quran hingga sabda Nabi Muhammad SAW. Beberapa dalil tentang keimanan tersebut juga kerap menyertakan untuk beriman kepada rasul Allah. Satu di antaranya ada di surat An-Nisa (4) ayat 136.

Terjemahannya, wahai orang beriman, berimanlah kamu kepada Allah, Rasul-Nya, kitab Al Quran dan kitab yang diturunkan sebelumnya. Barang siapa kafir (tidak beriman) kepada Allah, malaikat, kitab, rasul-rasul-Nya, dan hari kiamat, maka orang tersebut sesungguhnya sangat jauh tersesat.

Makalah Iman Kepada Allah

Berikut ini adalah beberapa contoh makalah iman kepada Allah SWT yang digunakan oleh blog Sayanda dalam penulisan artikel:

***

Demikianlah artikel Iman Kepada Allah – Pengertian, Fungsi, Cara, Makalah dari Sayanda.com.

Jika sahabat Sayanda mempunyai pertanyaan seputar Iman Kepada Allah – Pengertian, Fungsi, Cara, Makalah, jangan sungkan untuk bertanya.

 

Pencarian Masuk:
  • iman kepada allah
  • beriman kepada allah
  • makalah iman kepada allah
  • pengertian iman kepada allah
  • materi iman kepada allah
  • https://www sayanda com/iman-kepada-allah/
  • iman kepada allah swt
  • arti iman kepada allah
  • iman kpd allah
  • contoh iman
Komentar & Masukan

Sahabat Sayanda telah memberikan komentar dan masukan disini.

Leave a Reply