Pengertian Ilmu Ekonomi – Konsep Dasar, Ruang Lingkup, Sejarah

Dalam pengertian yang umum, ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang pengelolaan sumber daya dari seorang individu, sekelompok masyarakat, serta sebuah negara untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan.

Kata “Ekonomi” sendiri berasal dari bahasa Yunani, yakni “Oikos” yang berarti “keluarga/rumah tangga”, dan “Nomos” yang berarti “tata aturan/hukum”. Dengan demikian, secara harfiah, ekonomi berarti tata aturan rumah tangga atau pengelolaan rumah tangga.

Upaya pengelolaan sumber daya berhubungan dengan upaya pemenuhan kebutuhan. Oleh karena itu, ilmu ekonomi juga dipahami sebagai kajian terhadap tingkah laku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pengertian Ilmu Ekonomi Menurut Para Ahli

Sejumlah ahli telah berkontribusi untuk merumuskan definisi ilmu ekonomi. Beberapa definsi ilmu ekonomi tersebut, di antaranya:

  • Adam Smith (1723 – 1790)

Definisi ilmu ekonomi menurut Adam Smith adalah ilmu yang secara sistematis mempelajari perilaku manusia dalam mengalokasikan berbagai sumber daya terbatas atau tidak terbatas untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu dalam hidupnya.

  • Jean-Baptiste Say (1767 – 1832)

Definisi ilmu ekonomi menurut Jean-Baptiste Say adalah ilmu yang menjadi cabang dari kajian-kajian tentang segala peraturan yang dapat menentukan kekayaan seseorang.

  • John Stuart Mill (1806 – 1873)

Definisi ilmu ekonomi menurut J. S. Mill adalah ilmu yang mempelajari segala hal tentang pengeluaran dan penagihan.

  • Karl Marx (1818 – 1883)

Definisi ilmu ekonomi menurut Karl Marx adalah ilmu yang mempelajari cara-cara manusia untuk bertahan hidup dalam sebuah struktur kelas sosial yang hubungannya ditentukan dalam pemanfaatan sarana produksi.

  • Thorstein Veblen (1857 – 1929)

Definsi ilmu ekonomi menurut Thorstein Veblen adalah ilmu yang mempelajari kemampuan manusia untuk menentukan pilihan-pilihan produksi, konsumsi, dan distribusi sesuai perasaan, selera, dan nilai-nilai kebudayaan dalam lingkungannya.

  • Max Weber (1864 – 1924)

Definisi ilmu ekonomi menurut Max Weber adalah ilmu yang mempelajari pembentukan pola-pola tindakan sosial dan tindakan ekonomi individu bedasarkan nilai-nilai yang diyakininya.

  • John Maynard Keynes (1883 – 1946)

M. Keynes memberikan definsi ilmu ekonomi sebagai ilmu yang mempelajari tingkat kemakmuran suatu negara yang memerlukan intervensi pemerintah sehingga mencapai kondisi-kondisi perekonomian tertentu.

  • Mohammad Hatta (1902 – 1980)

Menurut Mohammad Hatta, ilmu ekonomi harus didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari proses-proses tercapainya kesejahteraan dan keadilan sosial dalam suatu masyarakat.

  • Milton Friedman (1912 – 2006)

Ilmu ekonomi dalam pandangan Friedman merupakan ilmu yang perlu memerhatikan fungsi konsumsi, pajak stabilitas, dan kebijakan-kebijakan moneter sehingga memberikan pengaruh-pengaruh tertentu terhadap aktivitas ekonomi suatu negara dalam jangka pendek dan jangka panjang.

  • Gary Becker (1930 – 2014)

Gary Becker mendefinisikan ilmu ekonomi sebagai ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam membuat keputusan-keputusan dari pilihan mereka terhadap pendidikan, kesehatan, hukum, kejahatan, agama, perang, pernikahan, dan sebagainya.

 

Konsep Dasar Ilmu Ekonomi

Berdasarkan pengertian secara umum dan definisi dari para ahli, ilmu ekonomi memiliki sejumlah konsep dasar yang terdiri dari:

Kegiatan Ekonomi

  • Kegiatan Produksi, yakni kegiatan yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk meningkatkan nilai guna dari suatu barang dan jasa. Kegiatan produksi mencakup pengumpulan faktor-faktor produksi seperti sumber daya alam, tenaga kerja manusia, modal, dan keahlian (skill).
  • Kegiatan Konsumsi, yakni kegiatan yang berhubungan dengan pemakaian atau penggunaan suatu barang dan jasa. Suatu konsumsi biasanya ditentukan oleh tingkat pendapatan dan nilai-nilai kebudayaan dalam suatu masyarakat.
  • Kegiatan Distribusi, yakni kegiatan yang berhubungan dengan upaya-upaya penyebaran barang/jasa hasil produksi untuk digunakan sebagai konsumsi. Proses distribusi biasanya diatur dalam tata cara pasar yang mempertemukan penjual dengan pembeli.

Tindakan Ekonomi

Tindakan ekonomi adalah usaha manusia yang didasarkan atas kemampuan menentukan berbagai pilihan yang paling baik dan menguntungkan bagi mereka. Tindakan ekonomi terbagi dalam dua aspek, yakni:

  • Tindakan Rasional, yaitu usaha manusia untuk menentukan pilihan yang paling baik dan menguntungkan, dan kenyataannya demikian.
  • Tindakan Irasional, yaitu usaha manusia untuk menentukan pilihan yang paling baik dan menguntungkan, namun kenyataannya tidak demikian.

Motif Ekonomi

Motif ekonomi merupakan alasan atau tujuan dari seseorang untuk melakukan suatu tindakan ekonomi. Ada dua aspek motif ekonomi, yakni:

  • Motif Intrinsik, yaitu alasan atau tujuan melakukan tindakan ekonomi yang berasal dari diri sendiri.
  • Motif Ekstrinsik, yaitu alasan atau tujuan melakukan tindakan ekonomi yang berasal dari dorongan orang lain.

Metodologi Ilmu Ekonomi

Ilmu ekonomi mencoba menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi manusia dalam mencapai kebutuhannya melalui metode-metode:

  • Metode Induksi (empiris), merupakan metode yang dijalankan berdasarkan sumber-sumber kejadian-kejadian ekonomi. Kejadian tersebut kemudian disusun secara sistematis untuk memperoleh suatu kesimpulan yang lebih umum.
  • Metode Deduksi (abstraksi), merupakan metode yang dijalankan berdasarkan teori-teori ekonomi. Teori tersebut kemudian dianalisis dan dipelajari untuk menghasilkan kesimpulan yang lebih khusus

 

Kegunaan dan Manfaat Ilmu Ekonomi

Sesuai hakikatnya untuk mempelajari perilaku manusia dalam memenuhi berbagai kebutuhannya, ilmu ekonomi memiliki beberapa kegunaan dan manfaat, yakni:

  1. Mengajarkan pengambilan keputusan terhadap tindakan-tindakan ekonomi
  2. Memahami pola perilaku ekonomi suatu masyarakat
  3. Memberikan pemahaman terhadap potensi dan keterbatasan dari suatu kebijakan ekonomi
  4. Mengasah kepekaan terhadap permasalahan ekonomi nasional dan global

 

Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi

Ruang lingkup ilmu ekonomi terbagi dalam mikroekonomi dan makroekonomi. Pembagian ini bertujuan untuk menunjukkan batasan dan asumsi yang jelas, sehingga ilmu ekonomi akan lebih mudah dipelajari.

  • Mikroekonomi

Mikroekonomi adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari berbagai aspek individual dari suatu kegiatan ekonomi. Mikroekonomi menggunakan analisis konsumen dan analisis produsen dalam suatu pasar. Analisis konsumen fokus pada penggunaan barang/jasa yang dilakukan konsumen dengan menggunakan pendapatan yang dimiliki. Sementara, analisis produsen memusatkan perhatian pada penawaran barang/jasa sesuai faktor-faktor produksi tertentu.

Inti dari mikroekonomi adalah penentuan harga. Hal ini membuat mikroekonomi dikenal sebagai teori harga (price theory). Penentuan harga ini diperlukan supaya konsumen mampu mencapai kepuasan yang maksimum, dan produsen mampu mewujudkan efisiensi dalam penggunaan faktor-faktor produksi.

  • Makroekonomi

Makroekonomi adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari keseluruhan (aggregate) perilaku ekonomi melalui pemakaian efisien berbagai faktor produksi demi mencapai kemakmuran masyarakat yang maksimum. Artinya, pembahasan masalah produsen akan menganalisis keseluruhan penawaran dari produsen.

Sama halnya jika akan membahas konsumen. Pembahasan ini akan menganalisis keseluruhan alokasi pendapatan untuk pemakaian barang/jasa oleh konsumen.

Inti dari makroekonomi adalah penentuan tingkat kegiatan ekonomi yang diukur dari pendapatan. Hal ini membuat makroekonomi dikenal sebagai teori pendapatan (income theory).

Analisis pendapatan diperlukan agar mampu menggambarkan sisi permintaan yang menyeluruh dalam penentuan tingkat kegiatan ekonomi. Selain itu, analisis pendapatan juga bertujuan mendorong campur tangan pemerintah demi mewujudkan prestasi dalam kegiatan ekonomi yang diinginkan.

 

Sejarah Singkat Perkembangan Ilmu Ekonomi

Dilihat dari sejarahnya, perkembangan ilmu ekonomi terbagi dalam beberapa fase, yaitu:

  • Fase Analisis Perilaku

Kajian tentang perilaku ekonomi pada masa ini dipelopori oleh Aristoteles, sekitar tahun 350 SM. Tapi, keterbatasannya menjelaskan gambaran makro, membuat ekonomi belum mampu menjadi cabang ilmu sendiri. Hal ini berlanjut pada tahun 1270 saat Thomas Aquinos mencoba mengembangkan gambaran ekonomi yang berpedoman pada Injil. Kemudian, pada tahun 1758, Francois Quesnay juga melakukan upaya pengembangan analisis ekonomi. Hasilnya masih sama saja dengan para pendahulunya.

Terhambatnya analisis perilaku untuk menjadi sebuah cabang ilmu tersebut diduga karena pemikiran-pemikiran mereka yang kurang sistematis. Pembahasannya juga terlalu spesifik sehingga belum mampu merangkum aspek kegiatan ekonomi suatu masyarakat secara menyeluruh.

  • Fase Disiplin Ilmu

Fase ini ditandai kelahiran karya ilmiah dari Adam Smith. Persisnya tahun 1776, Adam Smith menerbitkan karya berjudul “An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations”. Beliau pula yang mengangkat status ekonomi menjadi disiplin ilmu tersendiri. Oleh karena itu, beliau digelari “Bapak Ekonomi”.

Sejak saat itu ilmu ekonomi semakin berkembang. Banyak karya yang diterbitkan sebagai penyempurnaan pemikiran Adam Smith. Momen revolusi industri juga turut mendorong akademisi mempelajari ilmu ekonomi.

Pemikiran Adam Smith juga banyak menghasilkan kritik dan perlawanan. Pada awal abad 20, nama-nama seperti Karl Marx, Thorstein Veblen, Max Weber, dan J. M. Keyness melahirkan terbitan yang tidak kalah gemilang. Terbitan mereka pun semakin memperkaya pilihan aliran dalam ilmu ekonomi, sejalan dengan hakikat ekonomi itu sendiri, yakni menentukan pilihan-pilihan.

 

Demikianlah artikel Pengertian Ilmu Ekonomi – Konsep Dasar, Ruang Lingkup, Sejarah dari Sayanda.com; jangan sungkan untuk bertanya atau meninggalkan komentar.

Sumber:

loading...

Leave a Reply