Ideologi Komunis – Pengertian, Sejarah, Sistem Ekonomi, Bahaya

Negara Indonesia adalah negara yang menganut ideologi demokrasi. Kita semestinya beruntung karena di negara ini kita bebas menyuarakan pendapat.

Namun, demokrasi bukan satu-satunya ideologi yang berkembang di dunia. Terdapat banyak ideologi yang diterapkan di negara lain. Salah satunya adalah ideologi komunisme.

Meskipun sudah banyak ditinggalkan, hingga kini masih terdapat 6 negara di dunia yang menganut ideologi komunisme. Negara-negara tersebut adalah Republik Rakyat Tiongkok, Korea Utara, Vietnam, Laos, Transnistia dan Kuba.

Sering kali ideologi sosialis dibahas bersama ideologi komunis. Ini dikarenakan sosialisme diyakini sebagai dasar berkembangnya paham komunisme. Namun, ternyata keduanya berbeda dari satu sama lainnya.

Dalam sosialisme misalnya, produktivitas masih rendah dan kebutuhan materi belum terpenuhi dengan cukup. Sedangkan komunisme tingkat produktivitas sudah tinggi sehingga semua kebutuhan materi sudah diproduksi secara cukup. Dengan demikian, perekonomian dapat memenuhi kebutuhan semua anggota masyarakat secara berkelimpahan.

Untuk menambah pengetahuan dan mencegah dampak buruk ideologi ini bagi Anda, yuk simak penjelasan lengkap berikut.

loading...

Pengertian Komunisme

Pengertian Ideologi Komunis

Pengertian ideologi komunisme adalah sebuah paham yang memusatkan kepemilikan bersama atas alat-alat produksi yang dimiliki perorangan ada seperti modal, tanah, tenaga kerja. Tujuan yang ingin dicapai adalah terwujudnya masyarakat komunis yang makmur, tanpa kelas dan sama rata.

Komunisme lahir sebagai reaksi terhadap gerakan kapitalisme pada abad ke-19, ketika pemilik modal hanya mementingkan dirinya sendiri dan mengesampingkan kesejahteraan kaum buruh dan petani. Ini berakibat semakin lebarnya jurang perbedaan antar golongan yang kaya dan miskin.

Penggagas ideologi komunis adalah Karl Marx, seorang filsuf asal Jerman. Acap kali orang menyebut komunisme sebagai “Marxisme”. Namun komunisme yang berkembang kini, merupakan elaborasi antara gagasan Marx pikiran para tokoh lain seperti Friedrich Engles, Karl Kautsky dan Vladimir Lenin.

Lenin yang merupakan seorang tokoh politik Rusia juga berhasil mengaplikasikan pemikiran-pemikiran Marx dalam sebuah gerakan politik sehingga muncul istilah ah “Marxisme-Leninisme”. Ia bahkan diklaim berhasil membawa pikiran Marx menjadi realitas.

Puncaknya, Lenin mendirikan negara Uni Soviet yang menjadi pusat gerakan komunisme internasional, sekaligus negara adikuasa kedua di dunia selama hampir seluruh abad XX.

 

Sejarah Komunis di Indonesia dan Tujuan PKI (Partai Komunis Indonesia)

Sejarah Komunis di Indonesia

Komunis di Indonesia dibawa oleh pemimpin serikat buruh asal Belanda yaitu H.J.F.M Sneevliet. Saat itu, ia bekerja di Semarang dan akhirnya menakhodai serikat pekerja tertua di Indonesia yang disebut Vereneging Van Spoor En Tramweg Personel (VSTP). Ia akhirnya membawa VSTP ke arah perjuangan yang lebih radikal.

Sneevliet bersama rekan-rekan yang sepaham dengannya kemudian mendirikan organisasi komunis Indies Social Democratische Verneging (ISDV) yang sayangnya tidak bertahan lama. Tak ingin menyerah, Sneevliet menyasar organisasi Islam terbesar saat itu, Syarikat Islam (SI) untuk menyebarkan paham komunis. Beberapa penyusup seperti Semaun dan Darsono berhasil duduk di posisi strategis organisasi di Semarang.

Karena perbedaan ideologi, SI terbagi menjadi dua. Paham sosial demokrasi menjadi semakin radikal dianut oleh fraksi kiri di bawah pimpinan Semaun dan Darsono. Namun lama kelamaan, pimpinan partai saat itu, Agus Salim mulai menertibkan penganut ideologi berbeda.

Akhirnya didirikan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1924 guna memperjuangkan kesetaraan sosial antara kaum pemilik modal dan buruh. Dalam sejarah tercatat PKI melakukan tiga pemberontakan.

Pemberontakan pertama adalah tahun 1926. Pemberontakan itu gagal dan PKI dilibas pemerintah kolonial Belanda. Ribuan orang terbunuh dan sekitar belasan ribu orang ditahan. Sejumlah 1.308 orang, umumnya kader-kader partai, dikirim ke Boven Digul, sebuah kamp tahanan di Papua.

Sepuluh tahun setelah pemberontakan PKI gagal, komintren yang berpusat di Rusia mengirimkan pegiat komunis, Muso, ke Indonesia. Akhirnya ia berhasil mendirikan organisasi PKI ilegal. Gerakan akhirnya memicu pemberontakan ke dua pada tahun 1948. Pemberontakan ini bertujuan meruntuhkan RI dan menjadikannya sebagai negara komunis. Namun sayangnya mereka kembali menelan pil pahit.

Tak putus asa, pada tahun 1950 PKI kembali dan ingin mengganti dasar negara dengan komunisme. Propaganda dilakukan melalui surat Kabar Harian Rakyat dan Surat Kabar Bintang Merah. Pemberontakan kembali terjadi pada malam 30 September 1965.

Saat itu, mereka berhasil menewaskan enam jenderal senior Indonesia yang hingga kini dikenal sebagai “Gerakan 30 September (“G30S”). Perjuangan mereka akhirnya dikandaskan oleh kekuatan militer.

 

Sistem Ekonomi Komunis

Sistem Ekonomi Komunis

Ciri utama sistem ekonomi komunis yakni: pemerintah menjadi pengatur seluruh sumber-sumber kegiatan perekonomian. Beberapa ciri sistem ekonomi komunisme mengacu pada pendapat Dr. Mr. T.S.G. Mulia, yaitu:

  1. Hak milik atas alat produksi seseorang dihapuskan. Barang yang menjadi hak pribadi adalah pakaian, perabot-perabot dan upah.
  2. Individu tidak dapat menentukan jenis pekerjaan yang ia inginkan.
  3. Lapangan ekonomi dikuasai oleh pemerintah dan diatur menurut rencana yang telah ditetapkan.
  4. Semua aspek industri dilakukan oleh negara. Mulai dari jalur penyediaan bahan baku, cara produksi hingga distribusi barang. Tidak ada sistem pasar seperti di negara lainnya.
  5. Sistem perdagangan ditangani oleh koperasi-koperasi yang dimiliki tokoh-tokoh berpengaruh.
  6. Untuk urusan ekonomi luar negeri, ditangani pimpinan komisaris rakyat. Bahkan di luar negeri, ditempatkan pegawai pemerintah yang bertugas mengurusi perdagangan.
  7. Sistem transportasi baik di darat, laut dan udara adalah milik pemerintah.

 

Bahaya Ideologi Komunis

Bahaya Ideologi Komunis

Meskipun terlihat menjanjikan, ideologi komunis ternyata mengandung banyak bahaya yang patut diwaspadai. Persoalan yang paling mendasar adalah kepercayaan bahwa manusia dan alam semesta berasal dari materi.

Jadi, tidak mengakui adanya Sang Pencipta atau menganut paham ateis.

Selain itu, ideologi komunis juga menghancurkan hak dasr seorang manusia seperti kebebasan berpendapat dan memilih apa yang ia ingini. Bahkan mimpi untuk menyamaratakan kelas sosial justru tidak tercapai. Penyebabnya muncul kaum borjuis dengan mengatas namakan pemerintah yang memegang kontrol atas perdagangan negara.

***

Demikianlah artikel Ideologi Komunis – Pengertian, Sejarah, Sistem Ekonomi, Bahaya dari Sayanda.com; jangan sungkan untuk meninggalkan pertanyaan.

loading...

Sumber:

Leave a Reply

Tidak mau ketinggalan update dari blog Sayanda?
Segera daftarkan email Anda! Gratis!

Berlangganan ke dengan blog Sayanda dan dapatkan artikel serta update menarik langsung ke inbox email Anda. GRATIS!